Perubahan & Ketentuan Baru Perseroan Terbatas

Perubahan dan Ketentuan Baru Dalam UU No. 40/2007 Tentang Perseroan Terbatas

Dr. Ibrahim,S.H,M.H,LL.M. & Dr. Budiman N.P.D. Sinaga,S.H,M.H.

Banjarmasin, 26 April 2008


A. Pendahuluan

Pada tanggal 16 Agustus 2007 telah diundangkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT 2007). Sejak saat itu semua orang dianggap telah mengetahui ada Undang-Undang baru tentang Perseroan Terbatas. Hal ini berkaitan dengan teori Fiksi Hukum[1] (fictie) yang menyatakan bahwa setiap orang dianggap tahu Undang-Undang.

Teori tersebut didasarkan pada suatu alasan bahwa manusia mempunyai kepentingan sejak lahir sampai mati. Setiap kepentingan manusia tersebut selalu diancam bahaya dari sekelilingnya sehingga diperlukan perlindungan kepentingan melalui berbagai kaidah sosial termasuk kaidah hukum. Oleh karena hukum melindungi kepentingan manusia maka harus dipatuhi manusia. Kemudian timbul kesadaran manusia untuk mematuhi peraturan hukum supaya kepentingannya sendiri terlindungi. Ketidaktahuan mengenai Undang-Undang bukan merupakan alasan pemaaf atau “ignorantia legis excusat neminem”.

Setelah pengundangan UUPT 2007 selanjutnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas tidak berlaku lagi. Dengan demikian, UUPT 2007 merupakan hukum yang berlaku sekarang atau hukum positif (ius constitutum)[2] untuk Perseroan Terbatas (Perseroan). Hukum yang berlaku sekarang sangat mungkin merupakan hukum yang dicita-citakan pada masa lampau (ius constituendum).

Hukum pada pokoknya adalah produk pengambilan keputusan yang ditetapkan oleh fungsi-fungsi kekuasaan negara yang mengikat subjek hukum berupa larangan (prohibere), atau keharusan (obligatere), ataupun kebolehan (permittere).[3] Salah satu perwujudan hukum itu adalah Undang-Undang.

Secara garis besar Undang-Undang dapat dibagi menjadi Undang-Undang kodifikasi dan Undang-Undang modifikasi.[4] Undang-Undang kodifikasi adalah Undang-Undang yang membakukan pendapat hukum yang berlaku. Sedangkan Undang-Undang modifikasi adalah Undang-Undang yang bertujuan untuk mengubah pendapat hukum yang berlaku.

Di dunia ini seseuatu yang semula dianggap sudah memadai, beberapa saat kemudian dapat berubah menjadi tidak memadai lagi sehingga perlu diubah, termasuk peraturan perundang-undangan.[5] Sebagai contoh, Undang-Undang di bidang perbankan, perubahan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan melalui Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan merupakan bukti sederhana dari kenyataan itu. Padahal UU Perbankan 1992 dianggap sudah memuat ketentuan yang berbeda dan baru.[6]


[1] Lihat: Bryan A. Garner, Black’s Law Dictionary, St. Paul Minn., 1999. Fictio (Latin). A legal assumption or supposition (such as that the plaintiff was a citizen) necessary to cause certain legal consequences that otherwise would not occur. Legal fiction. An assumption that something is true even though it may be untrue, made esp. in judicial reasoning to alter how a legal rule operates

[2] Soediman Kartohadiprodjo, Pengantar Tata Hukum di Indonesia, Jakarta, Ghalia Indonesia, 1984, hlm.46.

[3] Jimly Asshiddiqqie, Perihal Undang-Undang di Indonesia, Jakarta, Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI, 2006, hlm.9.

[4] I.C van der Lies, Handboek Wetgeving, Buku Pegangan PerancangPeraturan Perundang-undangan, alih bahasa Linus Doludjawa, Jakarta, Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, 2005, hlm.8.

[5] Peraturan Perundang-undangan adalah peraturan tertulis yang dibentuk oleh lembaga negara atau pejabat yang berwenang dan mengikat secara umum. (Pasal 1 angka (2) UU No. 10 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

[6] Muhamad Djumhana, Hukum Perbankan di Indonesia, Bandung, Citra Aditya Bakti, 1996, hlm.29.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s