Olah Raga Ku

Akhir-akhir ini saya lebih sering berolahraga badminton dan berenang tetapi sesungguhnya saya lebih senang sepakbola. Ketika masih remaja dan masih tinggal di kampung, saya berperan sebagai striker sekaligus kapten kesebelasan RK (Rukun Kampung). Seiring dengan perjalanan waktu dan keinginan mengatasi tantangan baru, posisiku berubah menjadi penjaga gawang. Sayangnya, ketika itu prestasiku di sekolah lebih baik daripada di lapangan hijau sehingga pilihan utama adalah menjadi siswa/mahasiswa dan menekuni buku-buku daripada menekuni lapangan hijau dan menjadi pemain sepakbola profesional. Seandainya aku terus menekuni lapangan hijau, rasanya aku akan berprestasi juga sebagai penjaga gawang, paling tidak seperti si Edwin he…he..ee

Sayang sekali akhir-akhir ini saya mengalami kesulitan menemukan waktu yang tepat untuk berolah raga dengan teman-teman sehingga berolah raga sendiri. Keringat tetap keluar walaupun berolah raga hanya sendirian tetapi nilai rekreasi berkurang bahkan hilang sama sekali. Masih beruntung, pekerjaanku membawaku ke tempat-tempat yang menarik dan merupakan wilayah wisata yang masih jauh dari berbagai “polusi” sehingga badan lebih “segar” meski otak jauh lebih cepat “berputar” di sana.

Ada banyak hal yang bisa kita tentukan tetapi tidak kurang banyak yang harus kita terima apa adanya. Akhir-akhir ini aku harus menerima apa adanya, diajak jalan-jalan? AYO!

Disebabkan berbagai alasan, saya sudah beberapa bulan ini tidak bermain badminton. Sejak kemarin jadwal kegiatan rutinku berhenti sampai awal tahun depan. Ada keinginan untuk kembali bermain badminton walaupun hanya bermain-main dengan keponakan-keponakanku. Walaupun semula merasa kagok, tadi pagi saya memberanikan diri membawa raket kesayangan untuk bermain-main dengan keponakan-keponakan meski harus menempuh perjalanan jauh, termasuk naik pesawat selama 2 jam.  Akhirnya, tadi sore saya dapat bermain-main badminton dengan Joshua dan Anand, saya pun berkeringat!🙂

Sampai saat ini tangan kiriku masih belum pulih akibat jatuh ketika main futsal pada tanggal 2 Januari 2011. Pertandingan itu begitu melelahkan. Beruntung saya masih sadar untuk segera keluar dari lapangan meskipun pertandingan belum selesai. Tidak tahu jadinya kalau terus memaksakan diri. Semua sudah berubah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s